Produsen Keripik Singkong "Kreasi Lutvi"

Nama Usaha    : Kreasi Lutvi
Tempat Usaha : Desa Tuntungan II Kec. Pancurbatu Medan
Nama Pemilik   : Muhammad Muhdi
Tahun Berdiri   : 1998
Bahan Baku     : Singkong (Ubi Kayu) 

Peluang Kerjasama yang dapat dijalin :
1.Pengadaan Bahan Baku
Bagi para agen yang bergerak dalam bidang pengumpulan ubi kayu dapat melakukan penawaran untuk pengadaan bahan baku. Nilai kebutuhan ubi kayu untuk keripik singkong kreasi lutvi adalah sebagai berikut :
a. Untuk keripik singkong    : 2 ton perhari
b. Untuk pembuatan gaplek : 4 ton perhari
Total kebutuhan ubi perhari : 6 ton
2.Pemasaran Keripik Singkong
Untuk para pebisnis yang bergerak dalam bidang pemasaran makanan ringan dapat melakukan penawaran untuk pemasaran keripik singkong Kreasi Lutvi.
Selengkapnya...

Mengoptimalkan Media Sosial Sebagai Ladang Promosi

Sabtu, 2 Mei 2012
Selain dimanfaatkan sebagai ajang menjalin pertemanan, belakangan ini media sosial menjadi salah satu ladang promosi yang cukup potensial. Beragam jenis produk maupun jasa mulai ramai dipasarkan para pelaku usaha melalui akun-akun pribadi yang sengaja mereka buat untuk mempromosikan bisnisnya di dunia maya.
Kekuatan media sosial (socmed) yang cukup besar, memberikan keuntungantersendiri bagi para pelaku usaha. Dengan mengoptimalkan media sosial sebagai ladang promosi, setidaknya para pengusaha bisa mengurangi biaya iklan setiap bulannya dan mendatangkan banyak pelanggan dari berbagai kalangan masyarakat.
Untuk itu, bagi Anda yang tertarik mempelajari strategi promosi menggunakan media sosial. Pada kesempatan kali ini akan kami informasikan beberapa aturan maupun sopan santun yang perlu Anda perhatikan ketika mengoptimalkan promosi di media sosial.

Pendaftaran Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan IKM


Selasa, 24 April 2012



Dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia, Kementerian Perindustrian berupaya untuk mempersiapkan Tenaga Penyuluh Lapangan sebagai calon wirausahawan dan pembina IKM melalui Program Beasiswa pada unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan kesempatan kepada siswa/i berprestasi di tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA/MA/SMK) untuk mengikuti Program Beasiswa dimaksud. Program ini diprioritaskan bagi siswa/i yang tingal di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah pasca bencana, daerah pasca konflik, dan daerah pemekaran.
Berkas lamaran/pendaftaran dapat dikirim secara perorangan atau kolektif, dengan disertai surat pengantar dari Kepala Sekolah/Pemerintah Daerah/Dinas yang menangani sektor industri setempat, yang ditujukan kepada
Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian RI

Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52-53, Lt. 8

Jakarta Selatan

paling lambat tanggal 31 Mei 2012 (cap pos)
Hasil seleksi akan diumumkan pada bulan Juli 2012.
Persyaratan, pilihan program konsentrasi, formulir, dan informasi lebih lanjut mengenai Program Beasiswa TPL IKM dapat dilihat pada file di bawah ini.
Klik untuk mendownload, Surat Sekjen Kemenperin No. 290/SJ-IND/4/2 (356 KB)
Silahkan tinggalkan komentar Anda.

Sektor Industri Kreatif Memperbesar Lapangan Kerja


Kamis, 19 April 2012
Perkembangan industri kreatif di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan kontribusi cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga membukakan lapangan kerja baru bagi para pengangguran di negara kita. Bahkan menurut data yang kami peroleh, pada tahun 2008 silam sektor industri kreatif telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga mencapai 5 juta orang.
Kondisi tersebut tentunya dinilai cukup potensial, karena saat ini diperkirakan pertumbuhan industri kreatif sudah mencapai lebih dari empat juta orang pelaku usaha, yang masing-masing dari mereka mampu menyerap minimal dua orang tenaga kerja. Tidaklah heran bila sekarang ini banyak pihak yang mengatakan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia berangsur-angsur mulai berkurang seiring dengan pertumbuhan ekonomi kreatif di negara kita yang semakin hari kian membaik.

Paviliun Deli Serdang di PRSU Ramai Pengunjung


Senin, 9 April 2012
Paviliun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sejak pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-41 tanggal 16 Maret hingga memasuki hari keenam kegiatan pameran dan promosi daerah itu, ramai dipadati pengunjung.

“Antuasiasme masyarakat untuk mengunjungi paviliun Deli Serdang di PRSU tahun ini tergolong cukup besar,” kata Kepala Dinas Infokom Pemkab Deli Serdang, Neken Ketaren di Medan, Rabu.

Warga masyarakat yang berkunjung ke paviliun Deli Serdang umumnya ingin melihat langsung beragam produk unggulan daerah itu yang terdiri dari, hasil kerajinan produksi usaha kecil dan menengah (UKM), hasil pertanian, industri manufaktur, dan informasi objek pariwisata di daerah itu.

Cara Sukses Menjadi Pengusaha Bermental Baja

Jumat, 30 Maret 2012

pengusaha sukses1 150x200 Cara Sukses Menjadi Pengusaha Bermental BajaDalam merintis sebuah usaha, tak jarang para pelakunya menghadapi berbagai macam rintangan maupun hambatan usaha yang membuat sebagian dari mereka mulai menyerah di tengah jalan sebelum akhirnya mencapai puncak kesuksesan usaha. Kondisi ini tentunya menjadi bukti nyata bagi kita semua, bahwa membangun kerajaan bisnis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga para pengusaha dituntut untuk bermental baja dan memiliki tekad serta niat yang cukup kuat untuk mewujudkan kerajaan bisnis yang hendak mereka bangun kedepannya.
Nah, untuk mengetahui bagaimana cara sukses menjadi pengusaha bermental baja. Berikut ini kami informasikan beberapa kiat sukses yang bisa Anda terapkan dalam membangun sebuah usaha.

Upaya Sumut Menjadi Kawasan Agropolitan Berbasis Komoditas

Jumat, 30 Maret 2012

Penanaman modal asing di Sumatera Utara terus meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini. Salah satunya adalah tersedianya bahan baku dalam jumlah besar di daerah ini. Pelaku industri datang ke Sumut karena Sumut memiliki banyak sumber bahan baku, terutama kelapa sawit, kakao, dan karet. Peranan invetasi dalam mengembangkan kawasan agropolitan yang berbasis komoditas dapat diwujudkan melalui:

1. Invetasi dalam bidang agro industri
Kawasan atau daerah yang disebut sebagai daerah Agropolitas dan Agropolitan yang berbasis komoditas unggulan adalah suatu daerah yang bertumpu dari hasil pertanian dan memiliki komoditas unggulan. Daerah tersebut tidak saja menjadi pemasok dari komoditas unggulan yang dihasilkan, tetapi juga menghasilkan sesuatu produk olahan dari produksi pertanian yang siap dipasarkan dan menjadi ciri khas daerahnya.
Salah satu contoh daerah yang memiliki komoditas unggulan , yaitu: Sumatera Utara dengan komoditas unggulan Markisa. Buah Markisa yang dihasilkan oleh para petani saat ini telah diolah menjadi suatu produk jadi berupa Sirup Markisa. Keunggulan produk yang dihasilkan dari industri yang mengolah komoditas unggulan tersebut akan memberikan nilai tambah yang sangat besar karena barang-barang yang dihasilkan mempunyai nilai jual yang stabil dibandingkan produk perkebunan atau pertanian. Di samping itu petani akan mendapatkan suatu jaminan pembelian bagi produk pertanian yang dihasilkan.